Tak Ada Yang Istimewa

Tak Ada Yang Istimewa

Lemah….. Tak berdaya….
Tak ada yang istimewa…..

Kini ia telah sakit
Bertambah sakit dan terus tersakiti
Pilu dan bersedih hati
Tak pantas tuk berbangga diri

Bukankah telah tertulis dalam kitab suci
Bukankah juga sering diperdengarkan
Bahwa Muslim adalah umat terbaik
Umat pembawa mercusuar peradaban

Belum selesai kasus di Palestina
Merambah di Afghanistan dan Syiria
Pun pembantaian di Rohingya
Lalu kini telah sampai pada Ghauta

Diam….. Kau selalu begitu
Terbungkam….. Atau sengaja membisu

Lihatlah tubuhmu
Dengan seluruh fungsi indramu
Hingga merasuk dalam Qalbu
Sampai menggetarkan hatimu

Disana hujan Rudal
Bombardier dan senjata berbahaya
Kematian dan luka parah
Pertumpahan darah

Lantas kau sedang apa?
Bercanda dengan si dia
Makan di resto mewah
Sibuk dengan tugas kuliah
Sekedar menghabiskan paket data
Main game online sampai juara
Hedon dan belanja suka-suka
Menjadi pelakor dan drama korea
Pecundang penikmat miras ‘n narkoba
Pembebek komunitas pelangi mesra
Atau bahkan menunggu giliran menjadi penguasa durjana

Bukankah keridhaan Allah satu-satunya harapan?
Saatnya berlari menuju taubat dan ampunan
Bila Islam menjadi status keyakinan
Maka pantang mundur dari perjuangan
Bersatu menuntut penerapan Islam dalam kehidupan
Sebagai konsekuensi keimanan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s