MENJADI PRIBADI YANG TAWADHU’

Ada beberapa kisah hikayah yang substansinya menginspirasi kita agar memiliki sifat yang tawadhu’ di dalam kehidupan ini.

Kisah pertama, diumumkan kepada bukit dan gunung bahwa Allah SWT akan menempatkan sebuah kapal milik seorang nabi, yaitu kapal Nabi Nuh AS beserta umatnya yang beriman disalah satu punggung bukit dan gunung. Mendapatkan pengumuman ini seluruh gunung dan bukit berlomba-lomba untuk mendapat kehormatan di punggungnya disandari kekasih Allah SWT dan kaum beriman. Gunung tertinggi dengan congkaknya berkata “Pastilah nanti Nabi Nuh bersandar dan menyangkut di punggung saya, karena sayalah yang tertinggi”. Lalu gunung yang terbesar dia juga mengatakan “Pasti saya, karena saya tidak tinggi tapi saya yang terbesar”. Ada satu bukit kecil rendah hati, dia tidak berharap banyak ” Mana mungkin kekasih Allah SWT Nabi Nuh AS dan umatnya bersandar di punggung saya, saya tidak tinggi dan saya juga tidak besar”. Justru karena ke tawadhu’annya itu, karena kerendah hatiannya itu maka dia yang dipilih oleh Allah SWT untuk ditempati kapal Nabi Nuh AS berlabuh. Bukit tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an surat Hud:44

وَقِيلَ يَٰٓأَرْضُ ٱبْلَعِى مَآءَكِ وَيَٰسَمَآءُ أَقْلِعِى وَغِيضَ ٱلْمَآءُ وَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَٱسْتَوَتْ عَلَى ٱلْجُودِىِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

“Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”.

Kisah kedua, diumumkan kepada seluruh bukit-bukit di bumi bahwa nanti kekasihnya Allah SWT Nabi Musa AS akan diajak berbicara dengannya disalah satu bukit, maka untuk yang kedua kalinya bukit-bukit juga berharap agar Nabi Musa AS berbicara dengan Allah SWT di punggungnya, ada sebuah bukit yang juga tawadhu’ dan juga rendah hati dan akhirnya Nabi Musa AS berdialog dengan Allah SWT di punggung bukit tursina yang diabadikan di dalam Al-Qur’an surat At-Tin:2

وَطُورِ سِينِينَ

dan demi bukit Sinai,

(bukit Tursina inilah yang dipilih oleh Allah SWT untuk berdialog dengan kekasihnya yaitu Nabi Musa AS)

Kisah yang ketiga, diumumkan kepada segenap ikan-ikan dilaut bahwa nanti Allah SWT akan menempatkan salah seorang nabinya berada di salah satu perut ikan, maka seluruh ikan yang besar semuanya berharap agar dia yang terpilih untuk ditempati oleh kekasih Allah SWT di dalam perutnya dan ini adalah suatu kehormatan. Akhirnya Allah SWT memilih seekor ikan paus (ikan nun), dan nabi yang ditempatkan diperutnya adalah Nabi Yunus AS sehingga Nabi Yunus AS juga mendapatkan gelar zunnun, nabi yang pernah berada di dalam perut ikan yang doa nya sangat monumental diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya:87

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”.

Kisah keempat, diumumkan kepada segenap burung bahwa nanti pada tubuhnya ditempati obat yang sangat bermanfaat bagi manusia, maka semua burung menyombongkan diri, yang suaranya paling merdu menganggap dirinya paling hebat, burung yang paling indah juga menganggap dirinya juga paling hebat, burung yang besar dia juga menyombongkan dirinya, namun ada seekor serangga yang bukan dari bangsa burung, yang sebenarnya tubuhnya tidak menarik suaranya tidak menarik dan bentuknya tidak indah tapi karena dia tawadhu’ akhirnya obat yang bermanfaat bagi manusia itu ditempatkan pada tubuhnya lebah, dan obat yang bermanfaat bagi manusia itu ialah madu, diabadikan pula di dalam Al-Qur’an surat An-Nahl.

Dan masih banyak kisah-kisah yang dapat menjadikan kita manusia yang memiliki sifat Tawadhu’.

Jazakumullah khairan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s